Matthew Osvaldo memang masih hadir di sesi latihan Persib Bandung, Kamis (22/10), pagi ataupun sore. Namun, itu tidak berarti keputusan jajaran pelatih untuk tidak merekomendasikan pemain asal Australia tersebut berubah. Manajemen pun sudah mengerti keadaan tim yang butuh pemain yang piawai sebagai gelandang sayap, bukan gelandang serang atau striker, seperti Matthew.
“Kami sudah sampaikan kalau tim tidak membutuhkan pemain seperti dia. Namun, dia memang masih ikut berlatih sambil menunggu sang agen yang juga telah menyuruhnya kembali,” kata Jaya seusai latihan di Lapangan Sintetis GOR Pajajaran Bandung, Kamis (22/10) pagi.
Kalau memaksakan merekrut Matthew, akan ada penumpukan pemain di posisi gelandang, seperti Eka Ramdani, Atep, dan Cucu Hidayat. Bahkan, Hilton Moreira atau Budi Sudarsono pun bisa melakukan peran sebagai gelandang serang saat dibutuhkan tim.
Pascapenolakan Matthew, otomatis Jaya kini masih harus memutar otak untuk mencari gelandang sayap yang diinginkannya. Kebutuhan tim yang sudah makin mendesak serta penutupan waktu pendaftaran pemain kepada PT Liga Indonesia yang sudah makin dekat. Pendaftaran pemain yang ditutup pada akhir Oktober, membuat pelatih yang pernah mengantarkan Persik Kediri menjadi juara Liga Indonesia 2003 itu harus berpikir ekstrakeras.
Upaya Jaya mendatangkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim tersebut akan makin sulit karena saat ini mayoritas pemain bagus telah memiliki klub. Misalnya saja Mahyadi Panggabean, incaran utama Jaya, yang saat ini sudah membela Persik Kediri.
“Oleh karena itu, sekarang saya sibuk telefon sana-sini untuk mencari siapa tahu masih ada pemain bagus yang belum memiliki tim. Mungkin wartawan di sini ada yang bisa memberi masukan,” ucap Jaya.
Meskipun kebutuhan tim akan gelandang sayap tersebut sudah amat mendesak, bukan berarti Jaya tak memasang kriteria khusus terhadap pemain yang diincarnya. Ia menginginkan pemain yang memang sudah pernah merumput di Liga Indonesia, untuk memudahkan pengurusan administrasi ke PT Liga Indonesia sekaligus mempercepat masa adaptasi sang pemain dengan pola permainan dan musim kompetisi yang ada.
Jaya juga belum mau melirik pemain muda untuk mengisi posisi penting tersebut, dengan alasan tim membutuhkan sosok pemain yang siap pakai. Lagi pula kelabilan mental pemain muda bisa menjadi kendala tersendiri.
Kemajuan latihan
Latihan fisik yang dilakukan dalam empat hari terakhir, diakui Jaya sudah mulai menampakkan hasil yang positif. Kecepatan pemain saat melakoni game internal pada Kamis (22/10) sudah mulai terlihat. “Daya ledaknya sudah kelihatan,” ujar Jaya.
Namun, ia belum bermaksud menggelar uji coba dalam waktu dekat untuk menguji kekuatan skuad “Pangeran Biru”. Menurut Jaya, saat ini pemainnya masih dalam tahapan pembentukan kekuatan ototnya. Kekuatan otot yang dibentuk dalam empat hari ini dianggap masih terlalu lemah untuk dijajal dalam sebuah pertandingan meski hanya uji coba.
Ia masih membutuhkan waktu sepekan ke depan untuk terus menggenjot kemampuan fisik pemain, sebelum akhirnya mulai menguji coba hasil latihan yang telah diberikan pada awal November mendatang.
Satu hal lain yang juga masih harus dibenahi Jaya, selain kemampuan fisik, ialah mental bertanding. Selama ini, di matanya, pemain belum bisa memaksakan dirinya tampil penuh sepanjang sembilan puluh menit pertandingan. Banyak pemain yang begitu merasa kelelahan, mulai menurun irama permainannya. Padahal lawan pun merasa kelelahan dan kesempatan itu yang mestinya bisa direbut Persib untuk menekan lawan yang sudah lengah.
“Itu yang belum dimiliki pemain dan masih harus diasah. Sebenarnya mereka memiliki modalnya, karena saat latihan ini pun terlihat mereka sanggup melakukan lari cepat di atas target waktu rata-rata,” tutur Jaya.
Mengamini apa yang disampaikan Jaya, pelatih fisik Entang Hermanu pun mengatakan mayoritas pemain sanggup melakukan sprint di atas target waktu yang diberikan. Bagi Entang, itu sudah cukup menggambarkan kemampuan pemain yang sebenarnya, sehingga ia yakin pemain dapat bertahan bermain konstan lebih lama saat bertanding.
Dalam sesi latihan Kamis (22/10) pagi, pemain diminta melakukan sprint yang total jarak tempuhnya mencapai 3,3 km, yang dibagi ke dalam tiga format, mulai dari 100 meter, 200 meter, serta 400 meter.
Latihan ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh kecepatan dan daya tahan pemain. “Hasilnya cukup baik. Walaupun ada satu-dua yang terlihat belum bisa mengimbangi, secara tim capaiannya sudah bagus,” ucap Entang.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com